Tantangan kali ini adalah bermain aplikasi canva. Sewaktu pertama kali Ummi cerita ke Umar tentang si canva ini, Ummi bilang kalau Umar akan belajar melalui laptop atau hp, tanggapannya tentu saja senang sekali.
Kemudian ummi pun menunjukkan si canva. “Ini nak, Umar bisa bikin kayak gini (ummi mencontohkan poster). Kita coba yuk.” Tetapi tanggapan Umar di luar harapan Ummi, “ga mau mi, Umar maunya gambar Umar sendiri, bukan gambar (yang sudah ada) dari hp.”
Tiap hari dirayu, “coba Umar lihat dulu, mungkin nanti Umar suka.” Jawabannya tetap sama, “ga mau, maunya gambar Umar sendiri.”
Demikianlah jurnal tentang canva, tidak ada laporan pengamatan yang bisa disampaikan, kecuali bakat command. Ketika Umar sudah mengambil keputusan, sulit untuk membuat Umar mengubah kembali keputusannya. Tetapi, biasanya kalau Ummi bisa memberikan pilihan atau kemungkinan yang masuk akal untuk Umar, biasanya Umar mau mengubah keputusannya.
Nanti, insyaa Allah, kalau Ummi sudah dapat triknya, kita balik lagi ke tantangan canva ini ya nak.